Monthly Archives: September 2012

It’s Allah

Your spouse will not give you happiness. Whoever marries to find happiness will be disappointed. Your spouse is not in control over your happiness now and never will be. You are responsible for your own happiness. No one can take that power away from you. What makes you happy now will make you happy later. What makes you sad now will make you sad later. Remember the last time you did something and it made you feel happy? That day when you laughed out loud, and thought to yourself, “I can’t remember the last time I laughed like that.” That is what really makes you happy. Cooking a healthy meal, baking a nice cake, putting on nice clothes, playing in the rain, reading a good book, singing in the shower, cuddling with the kids or helping someone out. Do it again. Do it often. Do it more. And then smile at yourself. Smile because it’s not your spouse who gives you happiness, it’s Allah. Though it would be nice to do it together.

Sujud Merdeka

Allah telah mengutuskan kami untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari perhambaan terhadap sesama manusia kepada perhambaan kepada Allah, dari kesempitan dunia kepada keluasannya, dari kezaliman agama-agama kepada keadilan Islam. – Rib’ie ibn Amir kepada Rustam, Pemimpin Parsi.

Benarlah, hanya jiwa yang merdeka mampu memerdekakan jiwa-jiwa lain. – Muhammad Ahmad Ar-Rasyid, Sajdatul Hurriyah, Al-Muntalaq.

Setiap sujud pengabdian kamu kepada Allah, adalah sujud kebebasan kamu daripada manusia. Inilah sujud yang merdeka.

Al-Qaleel (Golongan Sedikit)

Manusia sedia mengetahui perasaan-perasaan mereka terhadap jantina yang berlainan. Segala saraf dan emosi mereka menggerakkan hubungan antara kedua mereka, mengatur langkah-langkah mereka, dan menggugah tingkahlaku mereka, yang akhirnya membentuk penampilan dan orientasi sesama mereka, lelaki dan perempuan.

Akan tetapi hanya sedikit daripada mereka yang ingat akan tangan Allah yang telah menciptakan bagi diri mereka pasangan, dan mengamanahkan kepada jiwa-jiwa ini perasaan kasih dan sayang, dan menjadikan pula hubungan tersebut satu ketenangan bagi jiwa dan urat saraf mereka, kerehatan bagi badan dan hati mereka, kestabilan bagi kehidupan mereka, hiburan bagi ruh dan jatidiri mereka, dan keyakinan bagi kedua-dua mereka, lelaki dan perempuan.

Ekspresi Al-Quran yang lembut dan halus menggambarkan hubungan ini dengan gambaran yang sungguh memberi inspirasi, seolah-olah ia mengutip apa yang terbenam di lubuk hati yang terdalam, “supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan.” (Ar-Ruum: 21)

Sayyid Qutb, Fi Zilal Al-Quran.

Allahummaj’alna min al-qaleel! Ya Allah jadikanlah kami dari golongan yang sedikit itu!